Inter Milan menuai kemenangan besar atas Lugano pada tanding eksperimen terbaru, Selasa (15/9/2020) malam WIB. Bermain di Centro Sportivo Giacinto Facchetti, Nerazzurri menang mutlak dengan score 5-0. Acara pesta gol Inter diawali dengan gol Dalbert pada menit ke-4, lantas Lautaro borong 2 gol, Cederaku 1 gol, serta 1 gol lagi dari bunuh diri Kecskes.

Kemenangan ini penting buat Antonio Conte serta pasukannya untuk siap-siap menyongsong Serie A. Mereka akan mengadakan satu pertandingan eksperimen lagi, kontra Carrarese, Jumat (18/9/2020) kedepan sebelum mengawali musim baru.

Jalannya pertandingan

Laga baru diawali, cuma perlu empat menit buat Inter untuk cetak gol melalui Dalbert. Gol! Inter 1-0 Lugano. Inter memimpin semenjak awal, mengurung Lugano di daerah sepertiga akhir mereka. Barisan pemain tengah Inter terlihat yakin diri bawa bola.

Menit ke-36, gol ke-2 Inter juga datang. Kesempatan ini pola gempuran Inter memaksakan Kecskes membuat gol bunuh diri. Gol! Inter 2-0 Lugano. Beberapa menit berlalu, pas sesudah kick-off, Inter langsung cetak gol ke-3. Melalui umpan Sanchez, Lautaro melepas shooting keras untuk mengalahkan penjaga gawang musuh. Gol! Inter 3-0 Lugano.

Gempuran Inter tidak tertahan. Lugano cuma beberapa klai menantang, tetapi tidak ada intimidasi serius. Menit ke-43, Lautaro kembali lagi cetak gol, kembali lagi dari assist Sanchez. Gabungan dua pemain ini menyusahkan barisan bek musuh. Gol! Inter 4-0 Lugano.

Gol ini sekaligus juga tutup set pertama. Turun minum, Antonio Conte mengubah skuadnya keseluruhannya. 11 Pemain ditukar, Inter mengawali dengan team baru. Tidak lama, cuma dua menit sesudah set ke-2 diawali, Inter meningkatkan 1 gol lagi melalui Cederaku. Penyerang Belgia ini baru masuk serta sukses menyelesaikan penalti. Gol! Inter 5-0 Lugano.

Pertandingan juga terus diteruskan dengan supremasi Inter. Beberapa kesempatan terbentuk, tetapi jelas Lugano kesusahan membuat gempuran. Supremasi Inter begitu susah dibalikkan. Tidak ada gol penambahan sampai laga usai. Inter terus menggempur, tetapi tidak ada gol ke enam. Wasit juga tiup semprit panjang, pertandingan usai dengan kemenangan Nerazzurri.

Susunan pemain

Inter Milan (3-4-1-2): Handanovic; Bastoni, Ranocchia, Skriniar; Dalbert, Gagliardini, Barella, Hakimi; Sensi; Lautaro, Alexis Sanchez

Lugano (4-2-3-1): Osigwe; Guerrero, Maric, Kecskes, Lavanchy; Sabbatini, Guidotti; Holender, Lovric, Bottani; Gerndt

Valentino Rossi bercanda dianya terikut perasaan (baper) pada Franco Morbidelli mendekati MotoGP Emilia Romagna 2020 di Circuit Misano, 18-20 September 2020. Rossi kehilangan kesempatan naik tribune di MotoGP San Marino, akhir minggu kemarin. The Doctor kalah berkompetisi dengan Morbidelli diawalnya balapan dan disalip lulusan Akademi VR46 yang lain, Francesco Bagnaia, di enam lap paling akhir.

Rossi selanjutnya tidak berhasil naik tribune sesudah rider Suzuki Joan Mir mendahuluinya di kelokan sepuluh lap paling akhir. Rider 41 tahun itu juga tidak berhasil merampas tribune ke-200 di tempat primer Grand Prix (500cc/MotoGP).

Diambil dari Tuttomotoriweb, Rossi bercanda tidak memberikan input lagi pada Morbidelli sesudah menang MotoGP San Marino. Rossi akui cuma akan bicara masalah sepak bola dengan Morbidelli. “Saya tidak dapat geram, sebab inspirasi membuat Akademi VR46 ialah dari saya. Sesudah kemenangan Morbidelli, kami cuma akan bicara tentang sepak bola,” tutur Rossi.

Walau tidak berhasil naik tribune di MotoGP San Marino, Rossi masih masuk daftar rider yang berkesempatan jadi juara dunia MotoGP 2020. Masalahnya Rossi cuma memiliki jarak 18 point dari Andrea Dovizioso di pucuk klassemen sesaat.

Rossi tidak mengingkari dapat merampas titel juara dunia MotoGP musim ini. The Doctor mengharap dapat tampil bertambah cepat di atas track untuk merealisasikan titel juara dunia Grand Prix ke-10. “MotoGP 2020 makin menarik. Saya harus tampili bertambah cepat. Tidak ada rider favorite, sebab tiap rider punyai permasalahan semasing. Fabio Quartararo, yang menang 2x di Jerez, seperti lakukan kekeliruan sebab desakan,” sebut Rossi.

Dovizioso alami musim paling sulit, sebab ia tidak paham teamnya musim depan, tetapi ia di pucuk klassemen. Ini keadaan yang aneh. Kami akan berupaya tidak menyerah, sebab segala hal dapat berlangsung musim ini,” sambung Rossi.

Live streaming MotoGP Emilia Romagna 2020, Minggu (20/9), dapat dilihat lewat CNNIndonesia.com serta siaran secara langsung di Trans7.

Ada ketentuan baru masalah handball di Liga Inggris musim 2020/2021. Pemain disebutkan handball, bila bola tentang tangan yang di bawah ketiak.
Liga Inggris berguling lagi akhir pekan ini. Kompetisinya bisa dilihat lewat Mola TV dengan paket Sports and Pertunjukan, seperti laga pertama Fulham vs Arsenal pada Sabtu (12/9) jam 18.30 WIB melalui link di bawah ini.

Operator Liga Inggris juga mempunyai beberapa ketentuan baru. Diantaranya, masalah ketentuan handball.

Dikutip dari situs resmi Premier League, ketentuan itu direncanakan oleh International Football Association Board (IFAB). Ketentuan handball yang baru ialah, handball adalah keadaan saat bola tentang sisi tangan pemain dari sisi di bawah ketiak.

Berarti, sisi pundak tidak dipastikan handball. Untuk gambar lebih tuturnya ada berikut ini.

IFAB punyai ketentuan, pemain tidak dapat cetak gol dengan tangan walau dalam tempat yang tidak disengaja

Handball tidak disengaja cuma akan diberi hukuman apabola kondisinya berlangsung pas sebelum gol atau dalam kesempatan cetak gol.

Beberapa wasit akan lebih cermat dalam lihat masalah handball, apa memang betul tempat bola tentang sisi tangan di bawah ketiak atau mungkin tidak. Pasti, wasit dibantu oleh VAR (Video Assistant Referee).

Liga Inggris musim 2020/2021 akan berjalan menarik. Banyak team yang telah merombak tim.

Chelsea paling gemar berbelanja, Manchester City beli beberapa pemain baru, sedang Manchester United menunggu taji beberapa pemain mudanya yang tetap berubah setiap musim. Sesaat Liverpool, dapatkah menjaga titel juara?

Arsenal di bawah bimbingan Mikel Arteta juga menjelma jadi team yang cukup diakui. Lantas manager eksper seperti Jose Mourinho serta Carlo Ancelotti, dapatkah bawa semasing teamnya Tottenham Hotspur serta Everton mengambil langkah ke papan atas?